
Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Chery Automobile, baru-baru ini melakukan gebrakan besar di pasar kendaraan niaga global
dengan meluncurkan pickup listrik pertamanya yang dirancang untuk menantang dominasi model-model populer seperti Toyota Hilux.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis Chery dalam memperluas portofolio produk elektrifikasi sekaligus memasuki segmen pickup
yang sedang berkembang pesat. Chery menamai model ini dengan HIMLA EV (dipasarkan di bawah sub-brand Rely R08 di beberapa negara),
yang menonjolkan kombinasi kemampuan komersial, teknologi modern, dan harga yang kompetitif dibanding pickup konvensional.
Chery Desain dan Dimensi: Tampilan Tangguh Serupa Pickup Tradisional
Chery HIMLA EV hadir dengan desain yang cukup tangguh dan estetika yang familiar bagi para penggemar pickup double cabin.
Dimensinya hampir sebanding dengan Toyota Hilux, dengan panjang sekitar 5.330 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi sekitar 1.890 mm,
menciptakan tampilan yang gagah namun tetap elegan. Pickup ini tersedia dalam dua konfigurasi bak kargo: standar dan long bed,
memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan pengguna.
Di bagian depan, HIMLA EV dibekali grille berdesain poligonal dengan elemen hitam bermotif sarang lebah, memberikan identitas
visual yang kuat. Interiornya juga dirancang modern dengan sentuhan warna dan bahan yang nyaman, serta opsi layar infotainment
besar berukuran 12,3 inci atau 15,6 inci tergantung varian.
Performa dan Teknologi: Pickup Listrik dengan Jarak Tempuh Kompetitif
Salah satu keunggulan utama HIMLA EV adalah sistem penggerak listriknya. Chery menawarkan dua pilihan konfigurasi:
- Versi penggerak roda belakang (RWD) dengan satu motor listrik yang menghasilkan tenaga sekitar 150 kW (201 hp) dan
torsi 350 Nm, mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam sekitar 8,8 detik. - Versi penggerak semua roda (AWD) menggunakan dua motor listrik dengan total tenaga hingga 300 kW (402 hp) dan
torsi mencapai 540 Nm, sehingga akselerasi 0-100 km/jam hanya 5 detik.
Untuk baterai, Chery menyediakan dua pilihan kapasitas, yaitu 66,54 kWh dan 88 kWh, dengan jangkauan berkendara hingga sekitar
405 km hingga lebih dari 500 km berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC). Jarak tempuh ini menjadikan
HIMLA EV fleksibel baik untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak menengah tanpa sering mengisi daya.
Fitur Keselamatan dan Kenyamanan
HIMLA EV juga dilengkapi dengan sejumlah fitur canggih yang biasanya ditemukan pada kendaraan penumpang modern Tuna55. Varian tertinggi ditawarkan dengan teknologi bantuan pengemudi lanjutan (ADAS), termasuk:
- Adaptive Cruise Control (ACC)
- Lane Keeping Assist (LKA)
- Automatic Emergency Braking (AEB)
Fitur-fitur ini meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan saat berkendara di berbagai kondisi jalan.
Harga: Tantangan Serius bagi Pickup Konvensional
Salah satu senjata utama Chery dalam menghadapi rival-rivalnya adalah harga yang sangat kompetitif. HIMLA EV dibanderol
mulai dari sekitar 127.800 yuan hingga 158.800 yuan (sekitar Rp 300 juta – Rp 380 jutaan), menjadikannya salah satu pickup
listrik paling terjangkau di kelasnya. Dengan harga tersebut, Chery menawarkan alternatif yang jauh lebih murah dibandingkan
pickup tradisional seperti Toyota Hilux yang umumnya memiliki harga jauh lebih tinggi.
Kesimpulan: Peluang Baru di Era Elektrifikasi
Peluncuran HIMLA EV menunjukkan bahwa Chery serius dalam memanfaatkan tren elektrifikasi kendaraan komersial.
Dengan kombinasi desain tangguh, performa listrik yang kompetitif, fitur modern, dan harga menarik, kendaraan ini berpotensi
menarik perhatian konsumen yang mencari pickup serba guna namun ramah lingkungan. Selain itu, kehadiran model seperti
HIMLA EV juga memperkaya pilihan di pasar global dan memaksa kompetitor lama seperti Toyota Hilux untuk mempertimbangkan
strategi baru di era kendaraan listrik.