You are currently viewing Pekan ke-20 BRI Super League: PSIM Yogyakarta vs Persis Solo Berakhir Imbang Tanpa Gol

Pekan ke-20 BRI Super League: PSIM Yogyakarta vs Persis Solo Berakhir Imbang Tanpa Gol

Laga Derbi Mataram antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo berakhir tanpa pemenang. Kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026, Jumat (6 Februari 2026) sore, di Bantul, Yogyakarta.

Jalannya Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persis Solo

Bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Sultan Agung, PSIM tampil lebih dominan sejak awal laga. Tim berjuluk Laskar Mataram itu mengambil inisiatif permainan, menguasai bola, dan memaksa Persis Solo lebih banyak bertahan di area sendiri. Namun, dominasi tersebut tidak diiringi efektivitas di sepertiga akhir lapangan.

Sepanjang babak pertama, PSIM mencatatkan penguasaan bola hingga 59 persen. Mereka melepaskan enam percobaan tembakan, dengan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang. Di sisi lain, Persis hanya mampu menciptakan empat peluang tanpa banyak mengancam. Keunggulan PSIM juga terlihat dari situasi bola mati, di mana tuan rumah memperoleh tiga tendangan sudut, sementara Persis nihil.

Meski tempo pertandingan cukup tinggi, peluang berbahaya minim tercipta. Babak pertama hanya diwarnai satu kartu kuning yang diterima Teddy R. pada menit ke-23. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 0-0.

Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, Persis Solo mulai mengubah pendekatan permainan. Tim tamu meningkatkan intensitas tekanan dan membuat jalannya laga menjadi lebih seimbang. Penguasaan bola PSIM menurun menjadi 53 persen, namun tekanan tetap lebih sering datang dari kubu tuan rumah.

Pada babak kedua, PSIM kembali mencoba menekan dengan tujuh tembakan, meski hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara itu, Persis kesulitan mengembangkan serangan dan hanya mencatat dua percobaan tanpa satu pun tepat sasaran. Situasi bola mati kembali menjadi keunggulan PSIM, tetapi peluang-peluang tersebut tak mampu dikonversi menjadi gol.

Paruh kedua pertandingan berlangsung lebih terputus-putus akibat banyaknya pelanggaran. Persis Solo menerima tiga kartu kuning, sedangkan PSIM mendapatkan satu kartu, seiring meningkatnya tensi dan duel fisik di lapangan.

Hingga wasit meniup peluit akhir, skor kacamata tak berubah. Hasil imbang ini mencerminkan dominasi penguasaan bola PSIM yang tidak efektif, berbanding dengan disiplin dan ketangguhan lini pertahanan Persis Solo.

Tambahan satu poin membuat PSIM Yogyakarta masih tertahan di papan tengah klasemen sementara. Sementara itu, Persis Solo tetap terpuruk di dasar klasemen dan berada dalam ancaman serius degradasi. Tuna55

Leave a Reply