Produsen otomotif raksasa asal China, BYD, dikabarkan tengah menyiapkan strategi baru dalam menghadapi persaingan ketat di pasar domestik. Perusahaan ini berencana memperkenalkan sub-brand bernama Linghui, yang ditujukan untuk segmen pasar tertentu dan memiliki identitas terpisah dari merek utama BYD.
Informasi Kehadiran Linghui
Informasi terkait kehadiran Linghui mencuat setelah BYD mengajukan dokumen pendaftaran ke Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China. Dalam berkas tersebut, tercantum logo Linghui beserta sejumlah model kendaraan yang akan dipasarkan menggunakan label baru tersebut. Langkah ini menandai upaya serius BYD dalam menata ulang strategi branding mereka.
Pembentukan sub-brand Linghui tidak lepas dari dinamika persepsi konsumen di China. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah model BYD banyak digunakan sebagai kendaraan operasional layanan ride-hailing dan armada transportasi daring. Model seperti e5 dan e7 kerap terlihat mendominasi jalanan sebagai mobil taksi online atau kendaraan sewa.
Menurut laporan Tuna55, kondisi tersebut secara perlahan membentuk citra BYD sebagai merek yang identik dengan kendaraan fungsional dan operasional. Persepsi ini dinilai berpotensi mengurangi daya tarik BYD di segmen konsumen pribadi, khususnya untuk model dengan positioning lebih tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, BYD mendaftarkan empat model awal di bawah nama Linghui, yaitu Linghui e5, Linghui e7, Linghui e9, dan Linghui M9. Meski secara teknis merupakan pengembangan dari model yang sudah ada, kendaraan-kendaraan tersebut akan dipasarkan ulang dengan pendekatan desain, penamaan, dan strategi pemasaran yang berbeda.
Walaupun tetap memanfaatkan basis platform dan komponen milik BYD, lini Linghui dirancang agar memiliki karakter visual dan citra tersendiri. Pemisahan ini diharapkan mampu membedakan secara jelas antara kendaraan operasional dan produk yang ditujukan bagi konsumen individu.
Strategi Pemisahan Merek di Industri Otomotif China
Langkah BYD ini sejalan dengan tren yang sebelumnya dilakukan oleh produsen otomotif China lainnya. Geely, misalnya, telah lebih dulu memanfaatkan sub-brand Maple untuk kebutuhan kendaraan ride-hailing. Strategi tersebut dinilai efektif dalam menjaga citra merek utama tetap berada di jalur yang lebih premium.
Dengan menghadirkan Linghui, BYD berharap dapat mempertahankan kekuatan brand intinya, sekaligus mengamankan pangsa pasar kendaraan pribadi di tengah kompetisi industri otomotif China yang semakin agresif dan dinamis.