Liga Champions kembali menjadi ruang pelarian bagi Liverpool di tengah performa domestik yang naik turun dan jauh dari kata memuaskan. Saat kompetisi liga kerap menghadirkan frustrasi, pentas Eropa justru menampilkan sisi lain The Reds yang lebih solid dan penuh keyakinan.
Perjalanan mereka memang tidak sepenuhnya mulus. Kekalahan menyakitkan di Istanbul saat bertandang ke Galatasaray serta hasil buruk ketika takluk telak dari PSV Eindhoven menjadi catatan negatif. Meski begitu, secara umum Liverpool mampu menjaga level permainan dan menunjukkan mental bertanding yang berbeda di Liga Champions.
Deretan kemenangan atas klub-klub besar Eropa seperti Atletico Madrid, Real Madrid, Inter, dan Marseille menjadi bukti bahwa aura Eropa Liverpool masih sangat terasa. Hasil-hasil tersebut sedikit banyak menutup luka yang mereka derita di kompetisi domestik.
Dengan finis di posisi ketiga fase liga, Liverpool memastikan tiket langsung ke babak 16 Besar Liga Champions musim 2025/2026. Mereka pun lolos tanpa harus melewati fase play-off. Namun, kelolosan ini sama sekali tidak menjanjikan perjalanan yang ringan.
Posisi Unggulan Liverpool dan Skema Undian 16 Besar
Sebagai tim peringkat ketiga fase liga, Liverpool berada di jalur unggulan. Secara skema, mereka akan berhadapan dengan salah satu tim yang mengakhiri fase liga di posisi ke-13, ke-14, ke-19, atau ke-20 klasemen akhir.
Dari empat kandidat tersebut, hanya dua tim yang akan melaju dari babak play-off gugur. Artinya, Liverpool masih harus menanti hasil pertandingan tambahan sebelum mengetahui siapa lawan mereka di babak 16 Besar.
Keuntungan utama dari status unggulan adalah kesempatan memainkan leg kedua di Anfield. Sepanjang sejarah Liga Champions, atmosfer kandang kerap menjadi faktor krusial yang menguntungkan Liverpool.
Namun demikian, daftar calon lawan menunjukkan bahwa status unggulan tidak otomatis menjamin kenyamanan. Beberapa tim justru dikenal memiliki gaya bermain yang sering merepotkan The Reds.
Ujian Berat dari Rival Lama
Atlético Madrid kembali berpotensi menjadi batu sandungan. Liverpool sudah merasakan betapa ketatnya duel melawan tim racikan Diego Simeone di fase liga, ketika gol penentu di menit akhir mengantar kemenangan dramatis 3-2.
Pendekatan taktis yang disiplin dan pragmatis selalu menjadi ciri khas Atletico. Model permainan seperti ini kerap membuat Liverpool kesulitan mengembangkan tempo dan kreativitas.
Nama Galatasaray juga masuk dalam radar. Kekalahan di Istanbul lewat drama penalti masih membekas dan bisa menjadi bahan bakar motivasi jika kedua tim kembali bertemu di fase gugur.
Sementara itu, Juventus menawarkan ancaman klasik. Di bawah arahan Luciano Spalletti, performa Si Nyonya Tua mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Jika pertemuan ini terjadi, laga tersebut akan menjadi reuni pertama Liverpool dan Juventus di Liga Champions sejak musim 2004/2005. Tuna55
| No | Calon Lawan | Peringkat |
|---|---|---|
| 1 | Juventus | 13 |
| 2 | Atlético Madrid | 14 |
| 3 | Club Brugge | 19 |
| 4 | Galatasaray | 20 |