
Harga perak Antam pada Jumat, 17 Januari 2026, tercatat mengalami penurunan sebesar Rp 600 dibandingkan hari sebelumnya. Koreksi harga ini menjadi perhatian pelaku pasar dan investor ritel yang menjadikan perak sebagai salah satu instrumen lindung nilai maupun aset investasi jangka menengah.
Penurunan harga perak terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih berfluktuasi. Pergerakan logam mulia, termasuk perak, tidak lepas dari sentimen ekonomi dunia, pergerakan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi kebijakan moneter bank sentral utama.
Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga perak Antam
Analis menilai koreksi harga perak Antam sejalan dengan tekanan yang terjadi di pasar logam mulia internasional. Penguatan mata uang dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga perak, karena membuat komoditas berbasis dolar menjadi relatif lebih mahal bagi investor global.
Selain itu, pergerakan harga emas yang cenderung stabil turut memengaruhi minat pasar terhadap perak. Dalam kondisi tertentu, investor memilih bersikap menunggu, terutama saat belum ada sentimen kuat yang mendorong kenaikan harga logam mulia.
“Harga perak cenderung lebih volatil dibandingkan emas, sehingga koreksi harian seperti ini masih tergolong wajar,” ujar seorang pengamat pasar komoditas.
Perak sebagai Instrumen Investasi
Meski mengalami penurunan, perak tetap dipandang menarik oleh sebagian investor. Selain digunakan sebagai aset investasi, perak juga memiliki nilai industri yang cukup besar, terutama di sektor elektronik, energi terbarukan, dan manufaktur.
Peluang di Tengah Fluktuasi
Koreksi harga sering kali dimanfaatkan investor untuk melakukan pembelian bertahap. Dengan harga yang lebih rendah, investor berpeluang memperoleh perak dengan biaya masuk yang lebih efisien, terutama bagi mereka yang berorientasi jangka panjang.
Namun demikian, investor tetap diimbau untuk memperhatikan risiko volatilitas. Harga perak dapat bergerak cepat mengikuti sentimen global, sehingga strategi investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Perbandingan dengan Logam Mulia Lain
Dibandingkan emas, perak dikenal memiliki pergerakan harga yang lebih agresif. Saat Tuna55 sentimen pasar positif, kenaikan harga perak bisa lebih cepat. Sebaliknya, ketika pasar tertekan, koreksi juga bisa terjadi lebih dalam.
Strategi Investor Ritel
Bagi investor ritel, diversifikasi menjadi strategi penting. Mengombinasikan perak dengan emas atau instrumen lain dinilai dapat membantu menyeimbangkan risiko. Selain itu, pemantauan harga secara berkala dan memahami faktor global menjadi kunci dalam mengambil keputusan.
Penurunan harga perak Antam pada 17 Januari 2026 ini mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak. Bagi sebagian investor, kondisi ini menjadi sinyal kehati-hatian, sementara bagi yang lain justru membuka peluang untuk menambah kepemilikan logam mulia di tengah fluktuasi harga yang terjadi.