Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, memastikan bahwa pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi tidak lagi diteruskan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi performa kedua pasangan dinilai belum menunjukkan hasil yang diharapkan.
Karel sebelumnya meracik duet Apriyani/Fadia dan Lanny/Amallia pada pertengahan 2025. Namun, setelah memberi kesempatan tampil dalam sejumlah turnamen, ia memutuskan kembali melakukan perombakan dengan membentuk pasangan baru, yakni Fadia/Amallia serta Apriyani/Lanny.
Kami sudah memberikan beberapa kesempatan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi, tetapi hasilnya belum memuaskan. Saya menilai kombinasi ini sudah tidak bisa dilanjutkan, sehingga sebagai pelatih saya harus cepat mengambil keputusan. Karena itu, kami kembali merotasi pasangan menjadi Fadia/Tiwi dan Apri/Lanny, ujar Karel, dikutip dari situs resmi PBSI.
Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut didasarkan pada kebutuhan karakter permainan masing-masing atlet. Menurut Karel, Fadia membutuhkan pasangan dengan kekuatan pukulan dari belakang, yang dinilai cocok dengan kemampuan Amallia. Sementara itu, Apriyani membutuhkan rekan yang mampu bermain rotasi sekaligus memiliki power, peran yang diyakini bisa diisi oleh Lanny.
Dua pasangan anyar tersebut dijadwalkan menjalani debut pada turnamen Indonesia Masters. Karel berharap ajang tersebut bisa menjadi tolok ukur awal Tuna55 untuk melihat perkembangan dan potensi kombinasi baru yang dibentuknya.
Lebih lanjut, Karel menilai persaingan internal yang ketat justru akan berdampak positif bagi sektor ganda putri Indonesia. Menurutnya, kompetisi sehat di dalam tim akan mendorong para pemain terus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di level elite dunia.
Untuk pertandingan pertama, setidaknya di Daihatsu Indonesia Masters 2026, harapan saya mereka bisa menyamai, atau bahkan melampaui, dua pasangan lain yang progresnya sudah cukup baik, seperti Ana/Trias dan Rachel/Febi. Jika persaingan internal semakin ketat, itu akan sangat mendukung upaya kita untuk kembali menembus level atas, tutur Karel.